Rapendik Streaming

OMPENDIK

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 20
IP kamu: 107.21.136.116
,
Hari ini: April 17, 2014
Share |

MANAJEMEN HUMAS DI SEKOLAH

(3 - user rating)
User Rating:  / 3
TerburukTerbaik 

Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi humas akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya dan dalam proses pelaksanaan humas sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial.

Dalam proses manajerial kita akan menjumpai teknik-teknik yang dipergunakan oleh seorang manajer di dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

Dalam manajemen terdapat istilah analisis SWOT. Yakni menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.

Analisa kekuatan.

Dalam pelaksanaan manajemen humas, setiap praktisi harus memahami kelebihan yang ada dalam sekolah. Sehingga dalam proses pengenalan sekolah terhadap masyarakat, akan memiliki modal yang cukup untuk menarik perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang sedang dipromosikan.

Analisa kelemahan.

Setiap lembaga pendidikan memiliki hal-hal yang masih kurang atau harus diperbaiki. Oleh sebab itu analisa kelemahan sangatnlah penting dalam mengembangkan proses kehumasan. Karena dengan analisa ini praktisi humas akan mengetauhi dan menetukan metode apa yang akan digunakan untuk menutupi kelemahan tersebut.

 

Analisa peluang.

Meliputi dari sisi mana saja sebuah lembaga pendidikan mampu masuk dalam masyarakat. Melalui celah-celah atau hal-hal yang sesuai dengan keadaan masyarakat saat itu.

Analisa tantangan.

Setelah analisa-analisa di atas sudah dilaksanakan maka yang harus dilakukan adalah mencari permasalahn dalam metode yang akan digunakan. Karena dengan analisa ini praktisi mampu mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah atau tantangan yang ada.

 

PERENCANAAN

Model perencanaan humas enam langkah:

Pengenalan situasi

Penetapan tujuan

Definisi khalayak

Pemilihan media dan teknik-teknik humas

Perencanaan anggaran

Pengukuran hasil

 

PENGENALAN SITUASI

Perencanaan Logis.

Kunci pertama dalam menyusun suatu rencana secara logis adalah pemahaman terhadap situasi yang ada. Sebelum kita merumuskan suatu program humas, kita perlu mengetahui titik awalnya. Untuk memahami situasi, kita memerlukan informasi atau data intelijen. Perlu diadakan suatu studi mengenai situasi-situasi internal maupun eksternal yang dihadapi organisasi sebagai implikasi dari inti kegiatan humas yang senantiasa menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran, menuntut keterbukaan yang memerlukan komunikasi yang baik.

Proses transfer humas.

Tujuan paling utama dari kegiatan humas adalah menciptakan pemahaman. Setiap praktisi humas berkewajiban menjadikan khalayak organisasinya memahami produk atau kehadiran organisasi secara keseluruhan. Mereka sama sekali tidak dibebani tugas untuk membuat khalayak tadi menyukai atau mencintai organisasinya. Kalau khalayak bisa memahami kondisi organisasi, meskipun mereka tidak menyukainya, tujuan humas sudah tercapai. Jadi di sini yang harus ditekankan adalah pengertian dan pemahaman.

Kompromi yang diperlukan.

Dengan menyadari berbagai kesulitan dalam melaksanakan proses transfer humas dari sikap negatif menjadi sikap positif, maka setiap praktisi humas harus selalu realistis, dan jangan sampi terjebak dalam sikap optimisme yang berlebihan. Tidak ada jaminan bahwa ia akan berhasil sepenuhnya. Ada baiknya jika kita menetapkan target yang wajar.

Penyelidikan situasi.

Guna memahami situasi yang ada, kita perlu mengadakan suatu investigasi atau penyelidikan. Investigasi itu sendiri bisa dilakukan melalui suatu observasi atau melalui suatu studi informasi dan statistik (studi kepustakaan). Tetapi kalau kegiatan itu belum juga memunculkan hasil yang memuaskan, maka kita mau tidak mau harus mengadakan penelitian yang khusus dan mendalam.

Pengumpulan pendapat.

Salah satu metode yang paling sering digunakan oleh praktisi humas adalah pengumpulan pendapat atau studi sikap (attitude study) dimana seorang pewawancara akan mengajukan serangkaian pertanyaan kepada sejumlah responden sampel yang dianggap cukup mewakili suatu khalayak yang hendak dituju. Selanjutnya, jawaban mereka dikelompokkan menurut kategori tertentu.

Pemecahan masalah.

Setelah kita mampu mengenali situasi dengan baik, maka kita juga akan dapat mengenali masalah yang ada serta mencari cara untuk memecahkannya. Humas seringkali juga merupakan suatu kegiatan untuk memecahkan masalah. Antara kegiatan humas dan kegiatan pemecahan masalah memang terkait erat karena kita tidak akan mungkin mengatasi suatu persoalan jika kita tidak memahaminya terlebih dahulu.

 

DEFINISI TUJUAN

Untuk mengubah citra umum di mata khalayak sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.

Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.

Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.

Untuk memperkenalkan masyarakat kepada masyarakat luas, serta membuka pasar-pasar baru.

Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.

Untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan itu dengan khalayaknya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan khalayak terhadap niat baik perusahaan.

Untuk mendidik para pengguna atau konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.

 

PELAKSANAAN

Peran ideal yang harus dimiliki oleh manajemen humas dalam suatu lembaga
pendidikan antara lain sebagia berikut:

Menjelaskan tujuan-tujuan organisasi kepada pihak masyarakatnya. Tugas
tersebut akan terpenuhi dengan baik apabila manajemen humas yang
bersangkutan lebih memahami atau meyakini informasi yang akan di
sampaikannya itu.

Bertindak sebagai radar, tetapi juga harus mampu memperlancar
pelaksanaannya jangan sampai informasi tersebut membingungkan atau
menghasilkan sesuatu yang kadang-kadang tidak jelas arahnya sehingga
informasi menjadi sulit untuk di terima oleh masyarakat.

Pihak manajemen humas memiliki kemampuan untuk melihat kedepan
atau memprediksi suatu secara tepat yang didasarkan kepada pengetahuan
akan data atau sumber informasi actual dan factual yang menyangkut
kepentingan lembaga pendidikan maupun masyarakatnya.

 

EVALUASI

Evaluasi humas dengan keberhasilannya bukan sekedar menilai mekanisme kegiatan kerja humas (tahapan penelitian perencanaan, penyusunan program, komunikasi dan evaluasi). Tetapi evaluasi secara manajerial humas dalam rangka proses fungsi manajemen pengawasan hasil kegiatan melalui standar tertentu. Ada dua macam evaluasi hasil humas: kualitatif dengan cara observasi dan perbandingan perkem- bangannya serta kuantitatif menggunakan statistik, perkembangan pada interval tertentu dan perbandingan naik/turunnya. Di samping itu juga secara manajerial menilai terlebih dahulu kejelasan tujuan dan sasaran organisasi, sejauh mana hasilnya untuk dicapai yang pada gilirannya dijadikan standar evaluasi. Frank Jefkins mengemukakan lebih kurang sembilan tujuan humas yang tentunya berbeda bagi tiap-tiap organisasi.

Yang penting program evaluasi humas harus diukur dengan cara menjawab delapan pertanyaan, antara lain apakah program dirancang, jangka waktu dan siapakah sasaran publik. Metode pengukuran dan penelitian, dapat meliputi:

Evaluasi berdasarkan sumber,

pengumpulan pendapat dan sikap melalui wawancara sampel responden, segmen publik (riset pemasaan, pendapat umum),

penelitian/opini publik,

menurut perkembangan grafik persentase publik yang memahami.

Bentuk standar evaluasinya: cara statistik, umpan balik media, peningkatan pemahaman, dan riset sendiri.

Keberhasilan serta kesuksesan suatu pendidikan melibatkan faktor internal dan eksternal, diantara faktor tersebut yaitu lingkungan keluarga dan atau masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat. Ini berarti mengisyaratkan bahwa orang tua murid/wali murid dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan baik material maupun moril dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan secara maksimal.

Bentuk dukungan bisa bermacam-macam dan sangat situasional tergantung kepada bantuan seperti apa yang dibutuhkan oleh sekolah. Partisipasi dan keikutsertaan yang tinggi dari orang tua murid dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauh mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses pendidikan di sekolah adalah indikator terhadap manajemen humas sekolah yang bersangkutan.

Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah memberikan pengaruh yang positif bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. Oleh karena itu,  untuk lebih memaksimalkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, diperlukan adanya hubungan antara sekolah dengan masyarakat yang baik.

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 pasal 54 menjelaskan bahwa peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Sejalan dengan konsep undang-undang, pemerintah menyerukan dan menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Karena itu sekolah harus mengerti dan melaksanakan serta berupaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama menanggung pendidikan guna memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan. Dengan ini diharapkan masyarakat akan semakin antusias dan berkompetisi untuk meningkatkan mutu pendidikan ketingkat yang lebih tinggi.

Lingkungan pendidikan merupakan sebuah sistem, jadi saling berkaitan antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat luas. Sekolah sebagai sistem terbuka yang selalu mengadakan hubungan (kerja sama) yang baik dengan masyarakat, secara bersama-sama membangun pendidikan. Hal ini sangat mungkin, sebab dalam era globalisasi dengan perkembangan teknologi modern yang sangat pesat seperti sekarang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi modal utama dalam membangun dan memajukan bangsa termasuk masyarakat itu sendiri.

Kegiatan humas didalam suatu lembaga pendidikan tidak hanya meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa saja, akan tetapi menjalin hubungan dengan masyarakat luas, seperti menjalin relasi dengan masyarakat sekitarnya, sekolah lain, serta instansi pemerintah. Karena dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan membutuhkan jalinan komunikasi secara menyeluruh dengan semua lapisan masyarakat, supaya keberadaan sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat dan pelaksanaan kegiatannya berjalan dengan efektif dan efisien.

Mulyasa mengungkapkan bahwa, “Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif dan efisien.” Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah mempunyai keterkaitan dan saling berperan satu sama lain. Apalagi sekarang ini, pemerintah telah mensosialisasikan adanya kebijakan desentralisasi pendidikan dimana sekolah mempunyai hak untuk mengatur sekolahnya sendiri agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara maksimal. Oleh sebab itu, sebaiknya sekolah dalam mengatur kegiatan humasnya berusaha menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga lain di luar sekolah dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Fungsi humas di Sekolah hendaknya dijalankan dengan baik, agar program kerja manajemen humas bisa terlaksana dengan baik. Beberapa kegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat sekitar dan atau wali murid, dan adanya program sekolah yang berhubungan dengan ke Humasan sehingga ada partisipasi wali murid dalam usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal, hal ini ditunjukkan dengan antusiasme wali murid yang berperan aktif dalam proses pemajuan sekolah. Selain itu dengan adanya fungsi humas menyebabkan keeksistensian sekolah tersebut diketahui oleh lingkungan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Dalam kegiatan humas tersebut melakukan fungsinya melalui media berupa televisi, radio dan lain-lain. Topik yang dijadikan/diangkat adalah:

inovasi pendidikan;

Prestasi yang diraih Sekolah;

Aktivitas pembelajaran yang ada di Sekolah;

Bentuk simpati dan empati Sekolah terhadap suatu permasalahan yang sedang booming.

 

Prinsip-prinsip Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam rangka mengembangkan program hubungan sekolah dan masyarakat yaitu :

Keterpaduan (intergrating), yaitu keterkaitan antara kepala sekolah, masyarakat dan keluarga yang merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dengan yang lain.

Berkesinambungan (contiinuiting), yaitu suatu proses yang berkembang terus-menerus. Sekolah seharusnya memberi informasi terus-menerus, dan sebaliknya, masyarakat ikut membantu sekolah melalui pembentukan public-opinion agar image masyarakat tetap baik terhadap sekolah.

Menyeluruh (coverage), yaitu bahwa penyajian fakta-fakta kepada masyarakat itu menyeluruh seluruh aspek. Jadi, semua aspek hidup sekolah diperhatikan mulai dari kehidupan keagamaan sampai pada kehidupan ekonomi. Untuk itu, setiap kegiatan sekolah dapat dijelaskan melalui media massa, surat kabar sekolah, laporan berkala dan sebagainya.

Sederhana (symplicity), yaitu bahwa informasi yang diberikan secara sederhana. Informasi itu dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan dengan rasa persahabatan. Jadi, yang penting ialah jelas, menimbulkan rasa suka, mudah dimengerti.

Konstruktif (constructiveness), yaitu bahwa informasi itu dapat membentuk pendapat umum yang positif terhadap sekolah.

Kesesuaian (adaptability), yaitu hendaknya program sekolah itu memperhatikan dan menyesuaikan dengan masyarakat sekitarnya.

Luwes (flexibility), yaitu program yang sewaktu-waktu mampu menerima perubahan yang terjadi.

 

Mengingat humas dalam manajemen LPI ini harus dilandasi dengan nilai-nilai keislaman, maka ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, di samping yang sudah dijelaskan di atas, yaitu:

Prinsip kemanfaatan, yaitu informasi yang diberikan LPI seharusnya yang mengandung nilai manfaat, bukan sekedar propaganda.

Prinsip kejujuran, yang dimaksud dengan kejujuran adalah informasi yang diberikan LPI kepada masyarakat seharusnya apa adanya tidak mengandung unsur kebohongan yang dibungkus dalam wujud promosi atau propaganda.

Prinsip kehalalan/keridhaan. Bahwa informasi yang disampaikan LPI kepada masyarakat tidak ada unsur memaksa atau merugikan di antara salah satu pihak.                                                        

 

Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Laporan kepada orang tua.

Teknik ini maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan pada orang tua murid tentang kemajuan-kemajuan, prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya. Dengan teknik ini orangtua akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjaan anaknya, juga terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah.

Majalah sekolah.

Majalah sekolah ini diushakan oleh orang tua dan guru-guru di sekolah yang diterbitksan setiap bulan sekali. Majalah ini dipimpin oleh, orang tua dan murid-murid bahkan alumni termasuk pula dewan redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sekolah, karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid, pengumuman-pengumuman dan sebgainya.

Surat kabar sekolah.

Kalau sekolah itu mampu dapat menerbitka surat kabar sekolah, maka ini berarti bahwa sekolah dapat memberikan informasi yang lebih luas kepada orang tua atau masyarakat daerah sekitarnya.

Pameran sekolah.

Suatu tehnik yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan sekolah pada masyarakat, ialah penyelenggaraan pameran sekolah. Ada bermacam-macam cara untuk mengadakan pameran sekolah itu. Sekolah mengadakan pameran dengan membuata atau mengatur hasil pekerjaan murid-murid itu di luar sekolah atau di sekolah. Pameran sekolah akan menjadi lebih efektif lagi, kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan melalui siaran-siaran pers dan radio di tempat itu sehingga dapat menarik banyak orang dalam masyarakat.

“Open house”.

“Open house” adalah tehnik untuk mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid di sekolah, yang diadakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya sekali setahun pada penutupan tahun pengajaran. Ada tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini:

Pengunjung dibawa ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk diberi penjelasan tentang open house itu.

Pengunjung diantar ke tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.

Pengunjung diajak kembali ke kelas atau auditorium untuk berdiskusi dan menilai open house.

Kunjungan ke sekolah.

Oleh orang tua murid yang dilakukan pada pelajaran di berikan. Kepada orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di dalam kelas, juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium, perlengkapan-perlengkapan, gambar-gambar dan sebagainya, sehingga mereke memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. Setelah selesai melihat-lihat, orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.

Kunjungan ke rumah murid.

Kunjungan ke rumah orangtua murid ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam mengadakan hubungan dengan orang tua di rumah agar supaya dapat mengetahui latar belakang hidup anak-anak. Banyak masalah yang dapat dipecahkan dengan teknik ini antara lain, masalah kesehatan murid, ketidak hadiran murid, pekerjaan rumah, masalah kurangnya pengertian orang tua tentang sekolah dan sebagainya.

Melalui penjelasan yang di berikan oleh personel sekolah.

Kepala sekolah hendaknya berusaha agar, semua personil sekolah mempunyai pengertian yang jelas tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Pada mereka harus ditanamkan sikap loyalitasnya, rasa kekeluargaan.

Gambaran sekolah melalui murid-murid.

Informasi tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui perencanaan sesuatu kegiatan yang wajar, antara lain kalau sekolah itu terdapat di kota besar, maka gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru, misalnya tentang cara makan dan makanan sehat.

Laporan tahunan.

Laporan tahunan ini dibuat oleh kepala sekolah dan laporan ini diberikan kepada aparat pendidikan yang lebih atas. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah termasuk kurikulum, personalia, anggaran, biaya dan sebagainya. Selanjutnya aparat tersebut memberikan laporan pada masyarakat.

Organisasi perkumpulan alumni sekolah.

Organisasi perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Murid-murid yang sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenangan–kenangan dari sekolahnya dan mereka merasa berkewajiban moral untuk membantu sekolahnya baik berupa materiil maupun secara moril.

Melalui kegiatan ekstra kurikuler.

Apabila ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah dianggap matang untuk dipertunjukkan kepada orang tua murid dan masyarakat, seperti sepak bola, drama dan lain-lain, maka sangat tepat sekali kegiatan itu ditampilkan ke dalam masyarakat. Karena itu program ekstra kurikuler hendaknya di rencanakan dan diatur, agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.

 

 

 

Kesimpulan

Sekolah dan masyarakat merupakan dua jenis lingkungan yang berbeda, namun keduanya tidak dapat dipisahkan bahkan saling membutuhkan khususnya dalam upaya mendidik generasi muda. Berbagai persoalan yang dihadapi sekolah juga merupakan bagian dari persoalan masyarakat. Hal ini membutuhkan teamwork solid bidang kehumasan. Melalui Manajemen Berbasis Sekolah, administrasi hubungan dengan masyarakat memegang peran penting. Komunikasi yang berkualitas antara sekolah dengan masyarakat menjadi kunci penentu keberhasilan manajemen Humas ini. Jika hubungan sekolah dengan masyarakat berjalan harmonis, dan dinamis maka proses pendidikan dan pengajaran di sekolah diharapkan mampu mencapai visi dan misi yang dicanangkan. Dengan demikian output sekolah akan semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

 

Untuk mendukung hal tersebut beberapa saran dapat diajukan seperti berikut:

Kemampuan manajerial hubungan dengan masyarakat harus ditingkatkan.

Diperlukan publikasi dan promosi dalam rangka menarik simpati dan mempublikasikan kelebihan sekolah.

Meningkatkan peran public relation untuk mengeratkan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Meningkatkan akuntabilitas berupa laporan pertanggungjawaban berbagai kegiatan kepada masyarakat.


(Materi siaran hari jumat, tanggal 28 Juni 2013, Program Manajemen sekolah, jam 15.00 - 17.00)

Add comment


Security code
Refresh