Rapendik Streaming

OMPENDIK

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 30
IP kamu: 54.242.85.89
,
Hari ini: April 18, 2014
Share |

Mendikbud: Kreativitas adalah Akar dari Inovasi

(0 - user rating)
User Rating:  / 0
TerburukTerbaik 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 kepada ratusan guru di Langsa, Aceh Timur. Mendikbud memberikan paparan dengan tema Pengembangan Kurikulum 2013, di Hotel Harmoni, Langsa, pada Kamis pagi (4/7). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Anas M Adam, bertindak sebagai moderator.

Mengawali paparannya, ia mengimbau guru-guru untuk menggunakan pendekatan yang berbasis kasih sayang dalam mendidik anak-anak. "Kalau secara sosial gersang, interaksi hubungan tidak nyaman karena gersang, akibatnya nilai kemuliaan itu susah tumbuh," ujar Mendikbud yang mengaku baru pertama kali datang ke Langsa itu.

Mendikbud mengatakan, Indonesia yang masuk dalam empat besar jumlah penduduk terbanyak di dunia, akan menjadi negara besar. Selain karena potensi jumlah penduduk, Indonesia juga menjadi negara besar karena luas wilayahnya. Perubahan kurikulum pun dilakukan karena mengikuti perubahan zaman dan menyiapkan generasi bangsa dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks.

"Salah satu yang ingin kita kembangkan di Kurikulum 2013 adalah kreativitas. Karena kreativitas ini adalah akar dari inovasi," tutur Mendikbud. Ia menjelaskan, inovasi diperlukan karena masalah yang dihadapi di masa mendatang akan lebih rumit.

Terkait konsep Kurikulum 2013 yang berupa tematik integratif, Mendikbud menjelaskan, tematik integratif diterapkan karena perlakuan untuk peserta didik berbeda-beda di tiap jenjang. Ia mencontohkan untuk di jenjang Sekolah Dasar (SD), yang merupakan pondasi untuk peserta didik.  "Pada saat kita membangun pondasi, yang diperlukan adik-adik kita blm sampai pada spesialisasi," tuturnya. Karena itu, jelasnya, pada jenjang SD, anak-anak dikenalkan pada fenomena universal dalam kegiatan belajar-mengajar. (Sumber : kemdikbud.go.id)

Add comment


Security code
Refresh