Rapendik Streaming

OMPENDIK

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 47
IP kamu: 54.226.168.96
,
Hari ini: April 17, 2014
Share |

Dataran Padang Garam Bagaikan di Luar Bumi

(1 - user rating)
User Rating:  / 1

garamSeni Budaya - Tempat wisata ini memiliki pemandangan aneh yang tidak tampak seperti di Bumi. Hal ini disebabkan karena adanya proses alam selama jutaan tahun.

Namun hal tersebut justru semakin menarik wisatawan untuk datang melihatnya, dan merasakan sensasi berada seperti di luar planet bumi. Simak ulasannya berikut ini,
Dataran Padang Garam Bagaikan di Luar Bumi
Salar de Uyuni, Bolivia

Salar de Uyuni adalah daerah dengan kandungan garam terbesar di dunia. Salar de Uyuni terletak di barat daya Bolivia, dekat puncak Andes. Mineral utama yang ditemukan di dalamnya adalah garam karang dan gipsum.

Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua

(1 - user rating)
User Rating:  / 1

papuaSeni Budaya - Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik. Yuk, kita kenal kebudayaan Papua sebagai salah satu kekayaan budaya indonesia seperti alat musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua.

Alat Musik Tradisional Papua

Salah satu alat musik yang paling terkenal dari kawasan Indonesia Timur adalah Tifa. Secara khusus dapat dikatakan bahwa Tifa adalah alat musik yang berasal dari maluku dan papua, bentuknya mirip gendang dan cara memainkannya adalah dengan dipukul.

ANAK GIMBAL, TITIPAN NYAI RATU SELATAN

(1 - user rating)
User Rating:  / 1

gimbalSeni Budaya - Dataran tinggi Dieng, yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Jawa Tengah, ini memang dikenal dengan pesona alamnya yang memukau. Keindahan alam serta budaya yang tersimpan, menjadikan tempat ini dikenal dengan sebutan Negeri Para Dewa, seperti penamaan Dieng yang secara etimologi berasal dari dua kata dalam bahasa Kawi; ‘di’ yang berarti gunung dan ‘hyang’ yang berarti dewa.

Satu pemandangan menarik yang segera menyita perhatian wisatawan saat ke Dieng adalah keberadaan anak-anak gimbal, warga sekitar menyebutnya anak-anak gembel. Menurut cerita warga, anak-anak ini merupakan titipan Nyi Ratu (Ratu Laut Selatan) dan titisan Mbah Kolodite. Jika anak gimbal laki-laki merupakan titisan Mbah Kolodite, maka yang perempuan merupakan titisan Nini Ronce Kala Prenye.

Seratus Tahun Lalu, "Sriwijaya" Dikira Nama Raja

(1 - user rating)
User Rating:  / 1

sriwijaya
Seni Budaya — Saat ini kita mengetahui bahwa Sriwijaya adalah nama suatu kerajaan maritim besar. Namun, seratus tahun lalu, pada 1913, kata “Sriwijaya” dikira merupakan nama seorang raja. Sampai dengan saat itu, kata Sriwijaya tidak dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan. Namanya terlupakan selama hampir satu milenium.

Adalah JHC Kern, ahli epigrafi di Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (lembaga pengkajian seni dan ilmu pengetahuan Kerajaan Belanda di Batavia), yang menerbitkan teori tersebut. Pada saat itu Kern sedang mengulas isi prasasti Kotakapur yang menyebutkan kata “Sriwijaya”. Prasasti tersebut ditemukan pada tahun 1892 di pesisir barat Pulau Bangka.

Lima tahun setelah dugaan Kern, pada 1918, barulah kata Sriwijaya berhasil diidentifikasi sebagai nama suatu kerajaan. Hal ini berkat kepandaian George Coedes yang saat itu merupakan Direktur National Library di Bangkok.

NYI SURATMI SOSOK SENIWATI YANG TERLUPAKAN

(1 - user rating)
User Rating:  / 1

suratmi

Slopeng terkenal bukan hanya keindahan pantai serta keunikan dan ke-spesifikan gunung-gunung pasir, melainkan juga sebagai salah satu kantong budaya tradisional. Konon pada jaman era kerajaan di salah satu kampung yang bernama kampung Panelen, wilayah tersebut merupakan sebuah perkampungan seni. Sehingga tidaklah mengherankan, apabila sampai saat ini penduduk Slopeng masih sangat kuat mencintai serta melestarikan budaya tradisional.

Di kampung Tajjan, desa Slopeng masih dapat kita temui seorang pesinden yang pernah menikmati sisa-sisa kejayaan jaman kerajaan.. Walaupun usianya sangat uzur, Nyi Suratmi masih mampu secara jelas dan gamblang menceritakan kondisi masa lalu terutama kaitannya dengan dunia seni. Secara rinci, beliau menuturkan pengalamannya . “Sinden ataupun penari keraton ketika saya masih muda, adalah sebuah profesi yang sangat dihormati dan membanggakan. Apalagi bisa menembang atau menari di keraton, di tonton langsung ajunan Rato dan keluarga”, ujarnya penuh kebanggaan.